uang muka rumah subsidi 1%

Pemerintah via Kementerian Profesi Biasa dan Perumahan Rakyat (PUPR) merubah prasyarat uang muka rumah subsidi cikarang dari minimal lima persen menjadi satu persen. Langkah tersebut dijalankan untuk mempermudah prasyarat kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah via Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Langsung, bagaimana caranya untuk dapatkan rumah subsidi dengan uang muka 1 persen tersebut?

Salah satu perbankan yang kerap kali memberikan fasilitas kredit rumah bagi masyarakat merupakan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, BTN sendiri mempunyai prasyarat khusus bagi masyarakat yang berharap punya rumah subsidi dengan DP 1 persen.

Mengutip www.btn.co.id Senin (18/11/2019) bank plat merah tersebut mempunyai prasyarat khusus bagi yang berharap mengajukan kredit perumahan diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 21 tahun atau telah menikah.

Kecuali itu, usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada ketika kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan anjuran dari YKPP, usia pemohon s.d. 80 tahun pada ketika kredit jatuh tempo.

Pemohon maupun pasangan (suami/isteri) tidak mempunyai rumah dan belum pernah mendapatkan subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas.

Dari sisi finansial, si pemohon kredit juga harus mempunyai penghasilan minimal Rp 4 juta sebulan untuk Rumah Sejahtera Tapak, sementara untuk yang mempunyai penghasilan Rp 7 juta sebulan dapat mengambil Rumah Sejahtera Susun.

Kecuali prasyarat tersebut, pemohon juga bakal dimintai dokumen tambahan lainnya seperti e-KTP, NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi pantas perundang-undangan yang berlaku.

Jikalau seluruh prasyarat tersebut telah lengkap pemohon kredit rumah dapat lantas mendatangi kantor cabang BTN di kawasan terdekat untuk mengajukan kredit.

Tak hingga disitu saja, sekiranya aplikasi pemohon diterima BTN. Pemohon bakal dipinta untuk membuka rekening bank BTN dan meminta menabung minimal 3 bulan atau 6 bulan lamanya.

Jikalau tabungan pemohon lancar dalam masa waktu yang ditentukan diatas, kemungkinan besar seluruh aplikasi dan prasyarat untuk mendapatkan rumah bersubsidi dapat di dapatkan pantas dengan harapan pemohon kredit di kawasan mana rumah tersebut berharap diambil dan tentunya pengembangan tersebut menjalin kerjasama dengan pihak BTN.

Sebelumnya Kementerian PUPR melonggarkan sejumlah prasyarat untuk kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah via Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Salah satunya berkaitan uang muka (Down Payment/DP) yang semula sebesar 5 persen turun menjadi cuma 1 persen.

Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo mengatakan untuk mendorong percepatan penyaluran dana bantuan pembiayaan tersebut, Kementerian PUPR memberikan pelonggaran pada prasyarat Program BP2BT dengan menerbitkan Tertib Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 tentang BP2BT.

\\\”Beberapa ketentuan pada peraturan tersebut diubah, seumpama pertama prasyarat uang muka yang semula minimal lima persen menjadi satu persen,\\\” ujar Wamen John Wempi dalam keterangan resminya.

Pelonggaran kedua merupakan prasyarat lama menabung pada sistem perbankan dari semula minimal enam bulan menjadi tiga bulan.

Berikutnya, pelonggaran perpanjangan masa berlaku Surat Keputusan Penerima Manfaat BP2BT ditambah dari semula 20 hari menjadi 30 hari.

Terakhir, relaksasi prasyarat Akta Laik Fungsi (SLF) sebelum akad kredit menjadi surat pernyataan kelaikan fungsi bangunan rumah dari pengkaji teknis, pengawas konstruksi, atau manajemen konstruksi.