Tag Archives: kredit motor

Daftar Istilah Dalam Kredit Motor

Instansi:
Suatu lembaga/perusahaan/organisasi/badan
Dealer:
Suatu badan atau perorangan yang bertugas sebagai tangan distribusi dari produsen terhadap konsumen.
Leasing:
Kegiatan pembiayaan dengan menyediakan barang modal baik dengan hak opsi (finance lease) ataupun tanpa hak opsi (operating lease) untuk dipakai oleh penyewa guna usaha (lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara kreditan.
Informasi:
Penelitian secara komprehensif terhadap suatu obyek tertentu yang tujuannya untuk mendapatkan data yang valid.
Surveyor:
Seseorang yang melaksanakan pemeriksaan atau mengawasi dan melihat suatu profesi lainnya.
Rasio Loan to Value/Financing to Value:
Rasio besarnya kredit yang akan diberi seandainya dibandingkan dengan jaminannya.
Debitur:
Pihak yang berutang ke pihak lain, lazimnya dengan mendapatkan sesuatu dari si pemberi pinjaman (kreditur) yang dijanjikan debitur untuk dibayar kembali pada masa yang akan datang.
Kreditur:
Lembaga keuangan atau bank yang memberikan dana kredit pada debitur atau konsumen.
Transmisi:
Cara yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke pemrakarsa akhir.
Volume Silinder:
Kapasitas tangki bensin.
Harga OTR:
Singkatan dari Harga On the Road yang berarti harga jual kendaraan bermotor lengkap dengan seluruh surat STNK, BPKB, dan plat nomor.
Pembiayaan:
Kegiatan menyediakan dana untuk kegiatan bisnis, baik pembelian ataupun investasi.
Tenor:
Jangka waktu kredit yang diajukan atau lamanya kreditan kredit.
Simulasi Kredit:
Prosedur untuk memperkirakan berapa besar jumlah kreditan kredit yang mesti dibayar tiap bulan atau tiap tahunnya dalam jangka waktu tertentu.
Uang Muka:
Uang yang dibayarkan terutamanya dulu sebagai petunjuk jadi dalam suatu transaksi pembelian.
Cicilan:
Besarnya pembayaran kredit yang dilaksanakan dengan sistem dicicil dalam jangka waktu tertentu, nilainya sudah termasuk kreditan pokok kredit dan bunga.
KKB:
Kredit Kendaraan Bermotor.
Pendanaan:
Penyediaan dana.
Otomotif:
Ilmu yang mempelajari perihal mesin kendaraan bermotor.
Suku Cadang:
Suatu barang yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk suatu kesatuan dan memiliki fungsi tertentu.
Pinalti:
Denda yang mesti dibayarkan seandainya kredit dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo pantas ketentuan.
Kalkulasi:
Perincian atau penghitungan biaya/pengeluaran.
Garansi:
Surat keterangan dari suastu produk bahwa pihak produsen menjamin produk hal yang demikian bebas dari kekeliruan pekerja dan kegagalan bahan dalam jangka waktu tertentu.
Refinancing:
Pembayaran pinjaman yang ada dengan pinjaman baru.
Gadai:
Suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan memberikan kekuasaan terhadap orang yang berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang hal yang demikian secara didahulukan daripada orang-orang yang berpiutang lainnya, dengan pengecualian biaya untuk melelang barang hal yang demikian.
Spesifikasi:
Perincian ragam dan level komponen yang akan dipakai.
Upping Price/Mark up:
Menaikkan suatu poin dengan jumlah atau persentase tertentu sehingga nilainya lebih tinggi dari poin semula.
Pokok Utang:
Jumlah utang yang tersisa setelah membayar uang muka.
Showroom:
Tempat untuk memamerkan produk tertentu, seperti otomotif, furniture, dan sebagainya yang berfungsi untuk meningkatkan pemasaran.
Approval:
Persetujuan kredit oleh bank.
ADDM:
Cicilan Dibayar Di Muka, dikenal juga dengan Advance, maksudnya yakni membayar kreditan beriringan dengan pembayaran uang muka sehingga sisa periode kredit berkurang 1 (satu) bulan.
ADDB:
Cicilan Dibayar Di Belakang, dikenal juga dengan In Arrear, maksudnya yakni baru akan membayar kreditan pertama ketika akan jatuh tempo dalam 1 (satu) bulan ke depan sehingga periode kredit masih utuh.

Berikut ini ialah sebagian profit mengajukan kredit motor secara online

Kerja pengajuan lebih pesat.
Persyaratan pengajuan kredit motor yang lebih gampang.
Suku bunga angsuran yang kompetitif.
Tarif-tarif tambahan lebih murah.

Pengaju wajib membayar uang muka (DP) minimal pantas hukum atau kebijakan yang diatur pemerintah. Kalau lebih dari itu, kreditan angsuran kian kecil. Tergantung juga dari lamanya masa pelunasan alias bentang waktu dan suku bunga. Kalau pengaju sudah disetujui untuk menerima jasa Kredit Motor dari suatu lembaga, karenanya lembaga hal yang demikian akan minta agunan dari pengaju hal yang demikian sebagai jaminan. Pada biasanya agunan yang dipinta ialah BPKB dari motor hal yang demikian.

Seorang nasabah berharap membeli sebuah sepeda motor A yang mempunyai harga RP 15.000.000.- dengan sistem kredit. Kalau nasabah hal yang demikian mempunyai uang muka (DP) sebesar Rp 5.000.000.- dan memilih bentang waktu selama 24 bulan, karenanya perhitungan pembayarannya ialah sebagai berikut:

Harga motor: Rp 15.000.000.-
Uang muka: Rp 5.000.000.-
Pembiayaan = 15.000.000.- – 5.000.000.- = Rp 10.000.000.-
Jadi perusahaan pembiayaan/bank akan memberikan pinjaman sebesar Rp 10.000.000.- terhadap nasabah ini. Berikutnya kalau Bank A memutuskan bunga pinjaman sebesar 24% pa untuk bentang waktu 24 bulan, karenanya nasabah wajib mengkredit sebesar Rp 516.667.-

Inti pembelian suatu barang memakai kredit ialah meringankan bobot konsumen. Konsumen wajib memilih angsuran yang paling meringankan dan pantas dengan pendapatan. Kian besar uang muka, kian kecil angsuran per bulan.

Jumlah kredit maksimum (pembiayaan) yang boleh diberi oleh penyedia layanan Kredit Motor wajib meniru ketetapan yang diberi oleh Pemerintah. Dalam hal ini kebijakan yang membatasi pengendalian pembiayaan ini dituangkan dalam Undang-undang Bank Indonesia Nomor 17/10/PBI/2015 perihal Rasio Loan To Value atau Rasio Financing To Value untuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Uang Muka yang wajib dipenuhi oleh debitur atau nasabah dalam rangka Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) atau KKB Syariah diatur sebagai berikut:

Paling rendah 20% (dua puluh persen) untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua.
Paling rendah 20% (dua puluh persen) untuk pembelian kendaraan bermotor roda tiga atau lebih untuk kebutuhan produktif.
Paling rendah 25% (dua puluh lima persen) untuk pembelian kendaraan bermotor roda tiga atau lebih yang tak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam sebelumnya.
Dalam kebijakan ini diceritakan bahwa ada sebagian kriteria dalam penentuan batas maksimum kredit motor yang dapat didapat nasabah pengaju, yakni:

Macam kendaraan
Variasi pemakaian kendaraan
Kombinasi dari parameter hal yang demikian akan menjadikan prosentase Loan To Value maksimum bagi nasabah pengaju.

Penawaran Kredit Motor Terbaik

Kredit Motor yakni kredit atau fasilitas pinjaman yang bertujuan untuk membiayai pembelian motor di mana sumber pembayaran kreditnya berasal dari pendapatan pemohon yang bisa diajukan bagus secara perorangan ataupun instansi, dengan maksimum pembiayaan sampai jumlah tertentu beserta jaminan BPKB motor yang dibeli.

Seperti kredit kendaraan beroda empat, dalam Kredit Motor PCX terdapat suku bunga yang semestinya dibayarkan untuk membeli motor. Suku bunga yakni pembayaran ekstra yang semestinya disetorkan kecuali uang yang dipinjam. Tiap-tiap bank menawarkan suku bunga kredit yang bervariasi tergantung kesepakatan dan sebagian elemen lain, seperti tipe motor, status keuangan, dan riwayat kredit calon nasabah. Riwayat kredit ini dapat didaptkan jikalau Anda sebelumnya telah pernah mengajukan produk pinjaman atau keuangan seperti kartu kredit, KTA, KMG, atau KPR. Dengan mempunyai riwayat kredit yang bagus, tentu saja akan lebih memudahkan pengajuan kredit motor Anda.

Pada lazimnya semua penawaran Kredit Motor yang ada di kini mempunyai persyaratan-persyaratan seperti berikut:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) & bermukim di Indonesia.
  2. Usia minimum 21 tahun & maksimum 55 tahun (pada dikala kredit lunas).
  3. Mempunyai profesi dan penghasilan konsisten per bulan (kebijakan berbeda di tiap-tiap tempat).

Dokumen-dokumen berikut perlu dipersiapkan untuk dapat menerima Kredit Motor dan secara lazim tak berbeda antar lembaga penyedia:

  1. Dokumen/Macam Profesi
  2. Karyawan
  3. Wirausaha
  4. Profesional
  5. Fotokopi KTP/KITAS*
  6. Bukti Penghasilan (Slip Gaji/SKP/SPT)
  7. Fotokopi Rekening Tabungan (2 bln terakhir)
  8. Fotokopi Surat Izin Pekerjaan
  9. NPWP
  10. Fotokopi sertifikat pendirian/SIUP/TDP