Berikut ini ialah sebagian profit mengajukan kredit motor secara online

Kerja pengajuan lebih pesat.
Persyaratan pengajuan kredit motor yang lebih gampang.
Suku bunga angsuran yang kompetitif.
Tarif-tarif tambahan lebih murah.

Pengaju wajib membayar uang muka (DP) minimal pantas hukum atau kebijakan yang diatur pemerintah. Kalau lebih dari itu, kreditan angsuran kian kecil. Tergantung juga dari lamanya masa pelunasan alias bentang waktu dan suku bunga. Kalau pengaju sudah disetujui untuk menerima jasa Kredit Motor dari suatu lembaga, karenanya lembaga hal yang demikian akan minta agunan dari pengaju hal yang demikian sebagai jaminan. Pada biasanya agunan yang dipinta ialah BPKB dari motor hal yang demikian.

Seorang nasabah berharap membeli sebuah sepeda motor A yang mempunyai harga RP 15.000.000.- dengan sistem kredit. Kalau nasabah hal yang demikian mempunyai uang muka (DP) sebesar Rp 5.000.000.- dan memilih bentang waktu selama 24 bulan, karenanya perhitungan pembayarannya ialah sebagai berikut:

Harga motor: Rp 15.000.000.-
Uang muka: Rp 5.000.000.-
Pembiayaan = 15.000.000.- – 5.000.000.- = Rp 10.000.000.-
Jadi perusahaan pembiayaan/bank akan memberikan pinjaman sebesar Rp 10.000.000.- terhadap nasabah ini. Berikutnya kalau Bank A memutuskan bunga pinjaman sebesar 24% pa untuk bentang waktu 24 bulan, karenanya nasabah wajib mengkredit sebesar Rp 516.667.-

Inti pembelian suatu barang memakai kredit ialah meringankan bobot konsumen. Konsumen wajib memilih angsuran yang paling meringankan dan pantas dengan pendapatan. Kian besar uang muka, kian kecil angsuran per bulan.

Jumlah kredit maksimum (pembiayaan) yang boleh diberi oleh penyedia layanan Kredit Motor wajib meniru ketetapan yang diberi oleh Pemerintah. Dalam hal ini kebijakan yang membatasi pengendalian pembiayaan ini dituangkan dalam Undang-undang Bank Indonesia Nomor 17/10/PBI/2015 perihal Rasio Loan To Value atau Rasio Financing To Value untuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Uang Muka yang wajib dipenuhi oleh debitur atau nasabah dalam rangka Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) atau KKB Syariah diatur sebagai berikut:

Paling rendah 20% (dua puluh persen) untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua.
Paling rendah 20% (dua puluh persen) untuk pembelian kendaraan bermotor roda tiga atau lebih untuk kebutuhan produktif.
Paling rendah 25% (dua puluh lima persen) untuk pembelian kendaraan bermotor roda tiga atau lebih yang tak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam sebelumnya.
Dalam kebijakan ini diceritakan bahwa ada sebagian kriteria dalam penentuan batas maksimum kredit motor yang dapat didapat nasabah pengaju, yakni:

Macam kendaraan
Variasi pemakaian kendaraan
Kombinasi dari parameter hal yang demikian akan menjadikan prosentase Loan To Value maksimum bagi nasabah pengaju.